Kesehatan

Hati- Hati Bahaya Yang Dialami Penderita Mata Juling

Hati- Hati Bahaya Yang Dialami Penderita Mata Juling

Singapore National Eye Centre menjelaskan bahwasannya mata juling umumnya disebabkan oleh adanya ketidakseimbangan pada otak dalam melakukan koordinasi untuk mata. Tak hanya itu, ukuran kacamata yang abnormal juga dapat memungkinkan mata menjadi juling karena pandangan mata terganggu. Meskipun adanya mata juling tidak dapat dicegah setidaknya kita mampu mengontrolnya dengan melakukan intervensi medis. Sebenarnya penyakit ini dapat diderita oleh siapapun, termasuk anak kecil. Paling umum diderita oleh pasien yang berusia tiga tahun tapi sedikit terjadi pada anak remaja. Kebanyakan terjadi akibat kekuatan otot dari kedua mata tidak seimbang. Mengutip dari laman Healthcentral, kelainna ini sering dijumpai pada anak anak yang menderita tumor otak, cerebral palsy, dan down’s syndrome. Penyebabnya ialah penyakit tersebut akan mempengaruhi otak yang mana gerakan otot ke mata juga dikendalikan oleh otak. Ketika itu terjadi sebaiknya orang tua berhati-hari. Sebab bahaya mata juling yang dialami oleh anak kecil tinggi. Mereka akan mengalami kesulitan melihat dengan jelas sehingga orangtua harus mengawasinya 24 jam.

Identifikasi mata juling yang diderita oleh anak sebaiknya jangan sampai terlambat. Jika orangtua telat dalam menyadari keganjalan pada mata anak akan berdampak buruk. Seperti yang dinyatakan oleh dr Utami Noor Syabaniyah, SpM dari Ciputra SMG Eye Clinic, bahaya mata juling akibat telat menyadari akan berkembang sehingga mengakibatkan mata malas atau ambliopia. Ambliopia adalah kurang jelasnya penglihatan seorang anak yang diakibatkan oleh adanya ketidaksempurnaan dalam perkembangan penglihatan di dalam otak yang memiliki periode jangka panjang. Meskipun tidak berdampak fatal hingga mencapai kebutaan namun tetap saja ini akan mengganggu kinerja mata. Penderita mata juling akan melihat dengan keadaan tidak sejajar untuk fokus ke satu objek. Sesuai referensi Kids Health, bisa jadi ke arah mata naik (hipertropia), mata ke bawah (hipotropia), ke arah dalam (esotropia), atau ke arah luar (exotropia).

Mengatasi bahaya mata juling menurut dr Surya Utama SpM dari Eka Hospital Pekanbaru sudah cukup dengan memberikan kacamata. Namun pemberian kacamata ini tidak dapat menyeluruh ke semua penderita sebab harus diketahui dahulu apa yang menjadi penyebab mata juling. Contohnya pasien mengalami trauma otot yang diakibatkan dari kecelakaan. Pasien harus melakukan operasi untuk proses penyembuhannya. Adanya operasi ini bertujuan untuk memperbaiki otot mata yang sudah rusak agar dapat kembali seperti normal dan sewajarnya. Perlu anda ketahui bahwasannya operasi ini tidak dikhususkan bagi anak-anak saja. Bagi anda penderita yang sudah dewasa dapat melakukan operasi sesuai pernyataan dari dokter ahli mata dari Loyola University Medical Center bernama Dr. James McDonnell. Setidaknya dari semua kasus operasi yang telah beliau lakukan, sebesar 50% pasien yang dioperasi ialah orang dewasa. Dalam health.detik.com, beliau juga menyampaikan bahwa tidak semua pasien ditangani dengan mengoperasinya. Ada beberapa pasien yang hanya perlu disuntik botox (botulinum toxin) agar bagian otot yang terlalu kencang dan kuat melemah. Alhasil otot akan seimbang dan tidak terlalu kencang ketika menarik bola mata dari sisi yang lemah.

Orang dewasa juga dapat mengalami kelainan mata juling. Kondisi ini mengindikasikan bahwa orang tersebut juga menderita penyakit lain, seperti stroke, grave’s disease, tumor pada otak dan mata, kerusakan pembuluh darah, dan beragam kelainan otot lain. Sebenarnya tidak ada yang terjadi adanya bahaya mata juling. Jadi penderita tidak perlu khawatir. Apabila anda merasa memiliki masalah yang disebabkan oleh kondisi ini maka sebaiknya anda pergi ke dokter saraf atau dokter mata untuk berkonsultasi. Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan organ mata secara rutin agar dapat terdeteksi sejak awal.